Seorang tua, terbujur lemah di trotoar..
Berkata lirih terhadap siapa saja yang melintas..
Mata renta itu, menatap sayu..
Bagai tiada berdaya..
Kaleng kecil ia letakkan dihadapannya..
Berharap akan penuh di sore hari..
Penuh dengan belas kasih,
dari diktator yang seakan menghaakimi dirinya..
Tuhan !
Lihatlah, dengar derita ini...
Tiadakah Engkau?
Lenyapkah Engkau?
Gumam sang tua itu setiap waktu..
Tua itu seakan pasrah dalam harapannya sendiri
Meratapi carut marut, tinta hitam kotor..
Di dinding milik ibu pertiwi ini..
Kotor !
Merah padam wajah sang diktator !
Itulah yang semestinya..
Seakan tak punya nyali, tak punya hati, tak punya apapun
Selain rasa malu yang terbungkus rapi dalam lembaran rupiahmu
Bumi Pertiwi tak punya taji...
Lagi...
By : AK :-*
Mengapa saya menamai blog ini dengan nama "GEMA PERSAUDARAAN"? Itu sebabnya karena, saya merasa hubungan persaudaraan dii Indonesia semakin menurun.. Semua orang sibuk dengann urusannya masing-masing. Oleh karena itu, melalui Blog Gema Persaudaraan yang saya buat ini.. Kita bisa ciptakan tali persaudaraan kita kembali.. Thx..:-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar