Kutemukan makna dari rasa sayang ini..
Lewat hatimu....
Melalui parasmu yang ayu..
Di perantarai oleh engkau..
Perlahan tapi pasti..
Berkayuh dengan pelan menjadi rasa cinta...
Memang, Aku akui sayangku...
Pahit, getir awalnya..
Terlalu lama, Ku baru bisa ungkapkan..
Setetes asa lahir dengan sendirinya
Rasa cinta ini tumbuh seiring perjalanan melelahkan kita...
Harus bersabar, bersabar mengawali..
Bersabar untuk jalani..
Dan bersabar menuju saat terindah..
Yang selalu ku nanti
Kemarin, hari ini, dan esok.. Ku tunggu saat itu..
Berharap secercah asa ini..
Berubah tuk jadi nyata..
By : AK :-*
Gema Persaudaraan
Mengapa saya menamai blog ini dengan nama "GEMA PERSAUDARAAN"? Itu sebabnya karena, saya merasa hubungan persaudaraan dii Indonesia semakin menurun.. Semua orang sibuk dengann urusannya masing-masing. Oleh karena itu, melalui Blog Gema Persaudaraan yang saya buat ini.. Kita bisa ciptakan tali persaudaraan kita kembali.. Thx..:-)
Sabtu, 19 Mei 2012
Bumi Pertiwi Tak Punya Taji, Lagi
Seorang tua, terbujur lemah di trotoar..
Berkata lirih terhadap siapa saja yang melintas..
Mata renta itu, menatap sayu..
Bagai tiada berdaya..
Kaleng kecil ia letakkan dihadapannya..
Berharap akan penuh di sore hari..
Penuh dengan belas kasih,
dari diktator yang seakan menghaakimi dirinya..
Tuhan !
Lihatlah, dengar derita ini...
Tiadakah Engkau?
Lenyapkah Engkau?
Gumam sang tua itu setiap waktu..
Tua itu seakan pasrah dalam harapannya sendiri
Meratapi carut marut, tinta hitam kotor..
Di dinding milik ibu pertiwi ini..
Kotor !
Merah padam wajah sang diktator !
Itulah yang semestinya..
Seakan tak punya nyali, tak punya hati, tak punya apapun
Selain rasa malu yang terbungkus rapi dalam lembaran rupiahmu
Bumi Pertiwi tak punya taji...
Lagi...
By : AK :-*
Berkata lirih terhadap siapa saja yang melintas..
Mata renta itu, menatap sayu..
Bagai tiada berdaya..
Kaleng kecil ia letakkan dihadapannya..
Berharap akan penuh di sore hari..
Penuh dengan belas kasih,
dari diktator yang seakan menghaakimi dirinya..
Tuhan !
Lihatlah, dengar derita ini...
Tiadakah Engkau?
Lenyapkah Engkau?
Gumam sang tua itu setiap waktu..
Tua itu seakan pasrah dalam harapannya sendiri
Meratapi carut marut, tinta hitam kotor..
Di dinding milik ibu pertiwi ini..
Kotor !
Merah padam wajah sang diktator !
Itulah yang semestinya..
Seakan tak punya nyali, tak punya hati, tak punya apapun
Selain rasa malu yang terbungkus rapi dalam lembaran rupiahmu
Bumi Pertiwi tak punya taji...
Lagi...
By : AK :-*
Sabtu, 12 Mei 2012
Hatimu dan Hatiku...
Malam ini...
Di antara sunyi hari ini..
Memikirkanmu..
Seperti sebuah rutinitas tersendiri..
Terbenam hingga ufuk terjau hati ini..
Jarak pisahkan kita...
Waktu tentukan kita,,,
Tapi..
Waktu seakan terlupakan..
Jarak seakan tak ku perdulikan
Kau dekat di hati ini..
dekat...
Sangat dekat...
Tak ubahnya seperti jarak antara 2 jari saja..
Bahkan terlalu dekat..
Hingga ku tak mampu sedikit saja menjauh..
Kau bagai penguasa hati..
Kau kalahkan waktu..
Hanya untuk hati rapuh dan lapuk ini..
Apa kau buta?
TIDAK!
Apa kau tuli?
TIDAK !
Hati kita bagai tautan web..
Yang selalu bergerilya di dunia maya...
By : AK :-*
Di antara sunyi hari ini..
Memikirkanmu..
Seperti sebuah rutinitas tersendiri..
Terbenam hingga ufuk terjau hati ini..
Jarak pisahkan kita...
Waktu tentukan kita,,,
Tapi..
Waktu seakan terlupakan..
Jarak seakan tak ku perdulikan
Kau dekat di hati ini..
dekat...
Sangat dekat...
Tak ubahnya seperti jarak antara 2 jari saja..
Bahkan terlalu dekat..
Hingga ku tak mampu sedikit saja menjauh..
Kau bagai penguasa hati..
Kau kalahkan waktu..
Hanya untuk hati rapuh dan lapuk ini..
Apa kau buta?
TIDAK!
Apa kau tuli?
TIDAK !
Hati kita bagai tautan web..
Yang selalu bergerilya di dunia maya...
By : AK :-*
AKU INGIN
Aku ingin terbang...
Merasakan kebebasan...
Ringan menjatuhkan beban...
Walau dengan sayap yang kecil dan rapuh..
Walau harus terhempas dan terjatuh..
Aku ingin menyelami samudera..
Mendinginkan amarah hati..
Merasakan sejuknya kedamaian
Walau harus tenggelam dalam laut yang beku..
Walau harus menghabiskan seluruh nafasku..
Jika saja mereka mengerti..
Hidup itu tak sekedar senang menghabiskan materi..
Merelakan impian hanya demi sakit dan air mata,..
Meskipun hanya satu dari sekian juta kemungkinan..
Aku percaya...
Cinta dan kasih sayang itu mampu melukis senyuman...
By : LM
Merasakan kebebasan...
Ringan menjatuhkan beban...
Walau dengan sayap yang kecil dan rapuh..
Walau harus terhempas dan terjatuh..
Aku ingin menyelami samudera..
Mendinginkan amarah hati..
Merasakan sejuknya kedamaian
Walau harus tenggelam dalam laut yang beku..
Walau harus menghabiskan seluruh nafasku..
Jika saja mereka mengerti..
Hidup itu tak sekedar senang menghabiskan materi..
Merelakan impian hanya demi sakit dan air mata,..
Meskipun hanya satu dari sekian juta kemungkinan..
Aku percaya...
Cinta dan kasih sayang itu mampu melukis senyuman...
By : LM
Jumat, 11 Mei 2012
RAJUTAN CINTA INDAHKU
sayang..
Ku coba rajut cinta ini di hatimu...
Walaupun awalnya kusut...
Seperti tak terurus..
Ku coba menanam benih asa
Kasih sayang di jiwamu...
Yang ku harap kan bisa ku tuai dengan cinta ini...
Di waktu yang tepat...
Yang slalu kita nantikan..
Di jiwa ini... Hati berharap....
Rasa ini, yang kita miliki...
abadi bak cinta adam dan hawa..
Yang tiada terkira...
By : AK :-*
Ku coba rajut cinta ini di hatimu...
Walaupun awalnya kusut...
Seperti tak terurus..
Ku coba menanam benih asa
Kasih sayang di jiwamu...
Yang ku harap kan bisa ku tuai dengan cinta ini...
Di waktu yang tepat...
Yang slalu kita nantikan..
Di jiwa ini... Hati berharap....
Rasa ini, yang kita miliki...
abadi bak cinta adam dan hawa..
Yang tiada terkira...
By : AK :-*
AKU TAK BISA
Hari masih pagi...
Belum larut dalam keramaian
Ku lihat setitik cahaya...
Yang selalu setia terangi waktu dan hari..
Hangatkan cinta ini...
Yang dulu menggigil tanpa kasihmu...
Kau temani diri iini dalam sunyi...
Biarkan aku memujamu..
Hingga sesuatu lepaskan ikatan erat ini...
Yang ku harap tiada pernah menerpa...
Sungguh ! Dalam diri ini...
Berkecamuk rasa di jiwa..
Tiada tertahan oleh dinding yang kokoh..
Sungguh ! Ku tak bisa lagi...
Ku takkan pernah bisa...
iarkan kau pergi...
Tinggalkan raga yang rapuh ini...
By : AK :-*
Belum larut dalam keramaian
Ku lihat setitik cahaya...
Yang selalu setia terangi waktu dan hari..
Hangatkan cinta ini...
Yang dulu menggigil tanpa kasihmu...
Kau temani diri iini dalam sunyi...
Biarkan aku memujamu..
Hingga sesuatu lepaskan ikatan erat ini...
Yang ku harap tiada pernah menerpa...
Sungguh ! Dalam diri ini...
Berkecamuk rasa di jiwa..
Tiada tertahan oleh dinding yang kokoh..
Sungguh ! Ku tak bisa lagi...
Ku takkan pernah bisa...
iarkan kau pergi...
Tinggalkan raga yang rapuh ini...
By : AK :-*
PUNAH
Malam kini membisu..
Hanya diam sunyi tanpa keindahan..
Tampak telah memudar..
Tertatih, menangis menunggu harapan..
Menjauhi namun di maki...
Melawan namun menahan..
Terasa kini telah lelah..
Bahagia kini sudah punah..
Api tak lagi terasa panas..
Hati kini tlah kaku..
Tlah membisu...
By : LM
Hanya diam sunyi tanpa keindahan..
Tampak telah memudar..
Tertatih, menangis menunggu harapan..
Menjauhi namun di maki...
Melawan namun menahan..
Terasa kini telah lelah..
Bahagia kini sudah punah..
Api tak lagi terasa panas..
Hati kini tlah kaku..
Tlah membisu...
By : LM
Langganan:
Postingan (Atom)